.arrow { font-size: 18px; font-family: serif; font-weight: 900; } .readmore-link { margin-top: 20px; border-bottom: 1px solid gainsboro; margin-left: 250px; }
SELAMAT DATANG DI BLOG HOLONG MARINA COMPUTER/ INANG GROUP CORPORATION

RAJA MAKALAH

RAJA MAKALAH

Rabu, 14 Desember 2016

STRATEGI PEMAKAIAN OVERHEAD PROJECTOR (OHP) DALAM PEMNGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

STRATEGI PEMAKAIAN OVERHEAD PROJECTOR (OHP) DALAM PEMNGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM



D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
                        NAMA                        : DEWI KARTIKA HARAHAP
                        NIM                            : 1420100128

                       
Dosen Pengampu:
Drs. SAMSUDDIN, M.Ag
NIP. 19640205 199403 1 001


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) 
 PADANGSIDIMPUAN
T.A 2016




 

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, inovasi-inovasi dalam pembelajaran sangatlah diperlukan. Hal itu penting karena siswa memiliki tingkat kejenuhann yang lumayan besar. What I see, I’m forget. What I hear, I’m remember. What I do, I’m understand. Jadi, jika hanya hanya diberikan materi secara monoton terus menerus, siswa mudah ingat tapi mudah lupa juga.Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, adalah dengan menggunakan media pembelajaran, salah satunya OHP atau OHT.
Overhead projector yang memudahkanbagi para pendidik. Bahan pengajaran dapat dicetak pada lembaran plastik, dimana pendidik dapat langsung menulis dengan menggunakan non-permanen, dicuci spidol warna. Ini menghemat waktu, karena transparansi dapat pra-dicetak dan digunakan berulang-ulang, dan bukannya materi ditulis secara manual sebelum setiap kelas.
Overhead biasanya ditempatkan pada ketinggian yang nyaman untuk menulis pendidik dan memungkinkan pendidik untuk menghadapi kelas, memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara siswa dan guru. Fitur pembesaran proyektor memungkinkan pendidik untuk menulis skrip kecil yang nyaman dalam posisi menulis alam daripada menulis dalam naskah yang terlalu besar di papan tulis dan harus terus memegang tangannya di udara untuk menulis di papan tulis

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian dari Media OHP/OHT
2.      Apa saja jenis dan tipe-tipe OHP ?
3.      Bagaimana Karakteristik Media OHP ?
4.      Bagaimana Cara Pemanfaatan Media OHP ?
5.      Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan dari Media OHP ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian OHP (overhead Projector) / OHT (overhead transparancy)
Media transparansi atau overhead transparancy (OHT) sering kali disebut dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP ( overhead projector). Media transparansi adalah media visual proyeksi yang dibuat di atas  bahan transparan , biasanya film acetate atau plastik berukuran 81/2” x 11” , yang di gunakan oleh guru untuk memvisualisasikan konsep,proses, fakta,statistik , kerangka outline , atau ringkasan di depan kelompok kecil /besar.[1]
 Ada tiga jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT, yaitu: pertama, write on film (plastik transparansi) jenis transparansi yang dapat ditulisi atau digambari secara langsung  dengan menggunakan spidol. kedua , PPC  Transparancy film (PPC=plain Paper copier), yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin fotokopi dan ketiga, infrared transparancy film, yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan mengunaakan thermofax. Cara pembuatan transparan adalah sebagai berikut :
a.       Menulis langsung pada transparan (acatate). Bahan dasar dari transparan itu sendiri berupa sejenis plastik tipis yang umum dipakai dengan DIN – A.4, 210x297 mm dengan tebal 0,08 mm.pembuartan langsung pada transparan dapat dikerjakan dengan dua cara yaitu:
1)      Menulis/ melukis dengan pen khusus yang berwarna-warni (transparance pen)
2)      Menggunakan set huruf (lettering set) ata sering disebut rugos Dalam praktiknya dua cara di atas dikombinasikan atau dipakai secara bersama untuk menghasilkan transparan yang telah direncanakan terlebih dahulu.
b.      Membuat transparan dengan cara reproduksi, adapaun yang dimaksud dengan reproduksi itu adalah memperbanyak dengan gambar /tulisan/isi yang persis sama . alat reproduksi yang sekarang banyak di pakai adalah fotokopi dan mesin cetak atau printer.
Sebagai perrangkat lunak, bahan transparan yang berisi pesan-pesan tersebut memerlukan alat khusus untuk memproyeksikan yaitu OHP. OHP adalah jenis perangkat keras (hardware) yang dirancang sedemikian rupa, yang terdiri dari beberapa komponen seperti lensa asembly,stage,lampu proyektor,dan tombol pengatur fokus, yang digunakan untuk memproyeksikan bahan yang tertuang dalam transparansi. OHP berfungsi untuk memproyeksikan (menyajikan) transparansi dengan ukuran 81/2”x 11”. Berbagai obyek atau pesan yang dituliskan atau digambarkan pada transparansi biusa diproyeksikan lewat OHP, misalnya tulisan, diagram, peta, grafik, batassan, dan sebagainya.[2]
Berbagai materi pengajaran bisa diproyeksikan, termasuk potong­an karton, objek kecil dan berbagai jenis transparan. Dalam kelompok peralatan proyeksi, OHP ini adalah peralatan yang paling sederhana. Karena peralatan ini hanya menggunakan sistem optik (lensa-lensa) dan elektrik (kipas pendingin dan lampu proyektor). Overhead projector ini berfungsi untuk memproyeksikan (menyajikan) transparasi.
Overhead projector dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan, catatan atau gambar pada lembaran transparan itu seperti yang dapat dilakukannya pada papan tulis dan dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan. Media transparansi merupakan satu atau beberapa lembar plastik bening yang berisi tulisan, gambar, atau lambang-lambang lainnya yang berkaitan dengan isi pesan untuk disajikan oleh penyaji.[3]

B.     Tipe-Tipe OHP
Jenis OHP ada 2 macam yaitu model classroom dan portable, jika model classroom yaitu OHP yang diranacang dan di buat secara permanen untuk di suatu kelas atau ruangan. OHP ini memiliki bobot yang lebih berat di bandingkan dengan OHP jenis portable. OHP portable yaitu OHP yang dirancang agar mudah di bawa kemana-mana, sehingga ukuran dan bobotnya itu lebih ringkas.[4]
Berikut tipe-tipe OHP :
a.      Overhead Projector Model 5088 (portable)
Alat ini tidak bersuara, tapi membutuhkan tegangan listrik antara 110/220 Volt dengan daya 480 Watt/ 50 Hz. Berat keseluruhan 9,07 kg, dengan panjang kabel 4,5 m. Ukuran 322 x 343 x 38 mm, tinggi dengan head lens 45,7 cm. ON-OF switch tidak diperlukan, sebab lampu lansung terhubung dengan udara luar.Projection stage 254 x 254 mm (10” x 10”), dengan focal length 366 mm. Single optical menghasilkan cahaya yang terang rata-rata sekitar 1800 lumens dan dapat memproyeksikan kurang dari 10 derajat sampai lebih dari 35 derajat.
b.      Overhead Projector Model 213 (large body)
Alat ini hampir tidak bersuara (suara kipas sangat halus). Tegangan listrik yang diperlukan 220 Volt/ 50Hz, dengan daya yang dibutuhkan sekitar 360 Watt. Berat keseluruhan 13,9 kg; panjang kabel 5 m, dengan tempat penyimpanan secara khusus. Ukuran badan 380 x 405 x 240 mm, juga dapat ditambah dengan memasang roll attachment. Sistem penyinaran dan pendinginan tidak lansung dari lampu ke atas transparansi film. Panas ruangan dinetralisasi oleh adanya kipas angin. Penyinaran menggunakan sistem articulate head optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata, dengan focal length 355 mm (14,2”).
Terangnya cahaya sekitar 2300 lumens. Pengaturan cahaya dapat memproyeksikan transparansi film dari 0 derajat sampai 30 derajat dengan jarak antara 1,5 m – 3,5 m. projection stage 267 x 267 mm dengan sistem pengaman ganda. Kipas angin sebagai alat pendinginan dilengkapi dengan thermostat otomatis; dan dilengkapi pula dengan switch pengaman lampu sewaktu penggantian lampu. Penggantian lampu mudah dilakukan serta kontak ON-OFF juga mudah dijangkau.
c.       Overhead Projector Model 213 (semi portable)
Alat ini tidak bersuara. Menggunakan aliran listrik sebesar 220 Volt, 360 Watt, 50 Hz, panjang kabel 5 m ada tempat penyimpanan khusus, berat 13,3 kg, ukuran 355 x 400 x 200 mm dengan tambahan dipasang roll attachment. Sistem pendinginan lampu tidak lansung ke alas transparansi, ruang panas dilokalisasi, pada ruangan tersebut ada kipas angin. Standard doublet optic yang menghasilkan cahaya terang dan rata. Focal length 355 mm (14,2”), terang cahaya 2300 lumens dan rata. Ada pengatur cahaya yang dapat memproyeksikan transparansi film 0 derajat sampai 25 derajat, proyeksi amat baik antara 1,5 sampai 4,5 m. Projection stage 254 x 254 mm (10” x 10”) dengan sistem pengamanan ganda thermostat otomatis untuk kipas angin dan jika pintu tempat penggantian lampu dibuka, otomatis arus listrik terputus. ON-OFF switch mudah dijangkau; penggantian lampu mudah dan cepat. Alas untuk transparansi terdiri atas lensa plastik yang biasa disebut fresnellens 3 mm yang dilapisi dua kaca yang kuat serta mudah dibersihkan dan tidak menyilaukan.
d.      Overhead Projector Model 6202 (portable)
Alat ini membuthkan tegangan listrik 220 Volt, daya 200 Watt; dengan berat 10,4 kg. Panjang kabel 3,05 m. Sistem pendinginan tidak diperlukan sebab lampu lansung berhubungan dengan udara luar dan pemakaian daya kecil. Triplet optical projection head 317 mm; projection stage 285 x 285 mm, terang 2100 lumens. Berbagai macam overhead ini harus diproyeksikan setelah sinar menyala dari overhead projector. Sinar dari overhead projector akan diterima oleh layar atau yang disebut layar portable matte white dan akan tampak jelas bahan-bahan yang ditulis dalam transparansi.[5]

C.    Karakteristik Media OHP
Karakteristik media perlu diketahui oleh seorang guru, dalam upaya menyesuaikannya dengan sifat atau karakter bahan pelajaran yang akan disajikan, sehingga proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Di bawah ini disebutkan bagaimana karakteristik dari media OHP itu sendiri yaitu, Overhead transparan termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut Overhead Projektor.[6] Over Head Proyektor merupakan media yang dapat digunakan sebagai pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembar transparansi/ gulungan transparan, merupakan tempat memproyeksikan transparan yang telah disiapkan, tempat menunjukkan bayangan (silhoutte) suatu benda, tempat menunjukkan model-model kecil baik dalam bentuk gerak atau diam, dan merupakan salah satu media yang dapat untuk mendemonsrasikan suatu percobaan, contoh: bagaimana cara magnet bekerja terhadap serbuk besi.[7]

D.    Cara Pemanfaatan Media OHP
a.       Tata Cara operasional dari OHP :
1)      Periksa tegangan sumber listrik dan sesuaikan tegangan pada peralatan.
2)      Hubungkan kabel OHP dengan sumber listrik.
3)      Tekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4)      Letakkan transparansi pada posisi yang benar (diatas stage).
5)      Atur posisi lens head assembly dan posisi OHP itu sendiri untuk menghindarkan energi keystone-effect.
6)      Aturlah tombol pengatur fokus, sehingga didapatkan hasil gambar proyeksi yang jelas dan tajam (fokus).[8]
b.      Beberapa Cara/ Teknik Penggunakan OHP
Dalam menggunakan OHP guru dapat melakukan teknik-teknik seperti berikut ini:
1)      Guru dapat menulis langsung di atas lembaran transparansi yang kosong sewaktu menerangkan materi pelajaran. Guru dapat pula menggunakan transparansi yang digulung yang dapat digunakan untuk membuat gambar atau tulisan selengkapnya (teknik tertulis).
2)      Dalam menerangkan materi yang disajikan guru dapat menunjukkan dengan menggunakan petunjuk seperti pensil atau barang lainnya. Petunjuk akan dapat dilihat dengan jelas di layar (teknik tunjuk).
3)      Guru dapat menutup bagian yang belum diterangkan supaya murid-murid terpusat perhatiannya kepada apa yang sedang dijelaskan (teknik bertahap).
4)      Proyektor dapat dimatikan lampunya kalau sekiranya guru menerangkan materi secara verbal, untuk kemudian dihidupkan kembali bila diperlukan (teknik menghidup/ mematikan).
5)      Guru dapat menerangkan materi pelajaran secara bertahap dengan jalan menutup bagian yang belum diterangkan. Teknik semacam ini disebut dengan teknik tindih (berlapis).
Berdasarkan penjelasan di atas maka dengan menggunakan OHP penampilan guru bisa lebih hidup, lebih menarik dan lebih efektif, sekaligus meningkatkan perhatian dan tanggapan murid.
c.       Bahan-bahan yang perlu disiapkan dalam penggunaan OHP adalah:
1)      Plastik transparasi
2)      Bila memerlukan warna, siapkan transparansi film berwarna (adhesive colour film).
3)      Marking pen yang digunakan adalah marking pen khusus utntuk transparansi.
4)      Frame atau pita plastik.
5)      Kertas gambar putih untuk membuat blue print.
6)      Tranfer letter jika dianggap perlu.
7)      Gunting atau pisau potong.
d.      Dalam merencanakan pembuatan transparansi perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1)      Tema atau outline sesuai dengan topik pengajaran yang telah disusun.
2)      Harus ada keserasian bentuk dan tulisan.
3)      Ukukan sesuai dengan ketentuan.
4)      Tulisan harus cukup besar.
5)      Warna tidak terlalu ramai (banyak).
6)      Logis dan mudah diterima.
7)      Satu ide untuk satu lembar transparan.
8)      Susun ide pada kertas biasa sebagai blue print.
9)      Tulisan minimal 5 mm, jarak huruf 0,5 huruf. Jarak kata dengan kata minimal 1 huruf, dan jarak baris 0,5 tinggi huruf.
10)  Jika perlu dapat dibuat dengan sistem berlapis.
11)  Ada dua jenis pena untuk menulis transparansi yaitu 3M, stadler 2 stabilo yang satu mudah  dihapus (soluble), dan yang satu sulit dihapus (permanent) kecuali dengan tinner/ spritus.[9]

E.     Penggunaan OHP dalam Pendidikan
Overhead Projector memfasilitasi lingkungan yang interaktif yang mudah dan murah bagi para pendidik. Materi pengajaran dapat pra-dicetak pada lembaran plastik, dimana  pendidik langsung dapat menulis dengan menggunakan warna, non-permanen dapat dicuci menandai pena.[10] Ini menghemat waktu, karena transparansi dapat di pra-cetak dan digunakan berulang-ulang, daripada harus materi tertulis secara manual sebelum masing-masing kelas.
Overhead ini biasanya ditempatkan pada ketinggian menulis nyaman untuk pendidik dan memungkinkan pendidik untuk menghadapi kelas, memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara siswa dan guru. Fitur memperbesar proyektor memungkinkan pendidik untuk menulis dalam naskah kecil nyaman dalam posisi menulis alami daripada menulis dalam sebuah skrip yang terlalu besar di papan tulis dan harus terus memegang tangannya di udara untuk menulis di papan tulis.
Ketika lembar transparansi penuh bahan tertulis atau ditarik, itu hanya dapat diganti dengan selembar baru yang segar dengan materi pra-cetak, sekali lagi hemat waktu kelas dan papan tulis yang perlu dihapus dan bahan ajar ulang oleh pendidik. Setelah periode kelas, transparansi mudah dikembalikan ke kondisi semula yang tidak terpakai mereka dengan mencuci dengan sabun dan air.
Pada dasarnya OHP/OHT berguna untuk memproyeksikan transparan ke arah layar yang jaraknya relatip pendek, dengan hasil gambar/tulisan yang cukup besar.[11]  Proyektor ini direncanakan dibuat untuk dapat digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
OHP/OHT secara umum digunakan untuk:
a)            Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembaran transparan/plastik (acetate) atau gulungan transparan (scroll).
b)           Tempat menunjukkan/memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.
c)            Tempat menunjukkan bayangan (silhoutte) suatu benda.
d)           Tempat menunjukkan model-model barang kecil baik  dalam bentuk gerak atau diam.
e)            Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan.
Contoh :  bagaimana gaya magnit bekerja terhadap serbuk besi.
f)              Untuk menunjukkan diagram aliran suatu sistem tertentu.
Contoh : dengan filter khsus dapat ditunjukkan diagram aliran suatu cairan.
g)             Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu.
Contoh : kecepatan membukanya rana pada alat photo/tustel model S. L. R (single lens reflect).
F.     Kelebihan dan Kekurangan dari Media OHP
Tiap media memiliki kelebihan dan keterbatasan­nya sendiri, demikian pula halnya dengan media transparasi di bawah ini. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media.
a.       Beberapa Kelebihan dari Media OHP
1.      Pantulan proyeksi gambar dapat terlihat jelas pada ruangan yang terang (tidak perlu pada ruangan yang gelap) sehingga guru dan murid tetap dapat saling melihat.
2.      Dapat menjangkau kelompok yang besar.
3.      Guru dapat selalu bertatap muka dengan siswa karena OHP dapat diletakkan di depan kelas, dan dengan demikian guru dapat mengendalikan kelasnya.
4.      Transparansi dapat dengan mudah dibuat sendiri oleh guru, baik yang dibuat secara manual maupun yang melalui proses cetak, salin dan kimia.
5.      Peralatannya mudah dioperasikan dan tidak memerlukan perawatan khusus.
6.      Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna.
7.      Dapat disimpan dan digunakan berulang kali.
8.      Dapat dijadikan pedoman dan menuntun bagi guru dalam penyajian materi.
b.    Beberapa Kekurangan dari Media OHP
1.      Fasilitas OHP harus tersedia.
2.      Listrik pada ruang/ lokasi penyajian harus tersedia.
3.      Tanpa layar yang dapat dimiringkan (misalnya hanya menggunakan dinding/ tembok atau layar lurus), sulit untuk mengatasi distorsi tayangan yang berbentuk trapesium (keystoning).
4.      Harus memiliki teknik khusus untuk pengaturan urutan baik dalam hal penyajian maupun penyimpanan.[12]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
OHP (Overhead Projector), merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Overhead projector ini berfungsi untuk memproyeksikan (menyajikan) transparasi, dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan.
Karakteristik dari media OHP sendiri yaitu, Overhead transparan termasuk media proyeksi yang memerlukan bahan transparan untuk diproyeksikan, dan memerlukan perangkat untuk memproyeksikan media pengajaran transparan, yang disebut Overhead Projektor.
Dalam penggunaan media proyeksi ini, media OHP dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan. Guru dapat membuat tulisan, catatan atau gambar pada lembaran transparan itu seperti yang dapat dilakukannya pada papan tulis dan dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.


DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad. 2013.  Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Basyiruddin, Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Nana, Sudjana. 1991. Media Pengajaran. Bandung: CV Sinar Baru.
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT  Pustaka Insan.
Sudjana, Nana. Ahmad  Rivai.2009. Media Pengajaran. Bandung:  Sinar Baru Algesindo.
Sukiman.2012. Pengembangan Media Pembelajaran.Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.
Susilana, Rina. Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran; Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: CV Wahana Prima.
Sadirman, Arief S, dkk. 2008. Media Pendidikan ;Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.



[1]Arief S.Sadiman, dkk, Pengembanagan Media Pembelajaran., (Jakarta : Erlangga, 2006), Hal. 61.
[2] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), hal. 123
[3] Prof. Dr. Wina Sanjaya. Media Komunikasi Pembelajaran. (Jakarta : Kencana, 2012, Cet.1, Ed.1) Hal.175.
[4] Sukiman, Op. Cit., hal 125-126
[5] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung: CV Sinar Baru, 2009), hlm. 98-102
[6]Ibid.,  hlm. 97
[7] Drs. Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran; Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. (CV Wahana Prima : Bandung. 2008) Hal 191
[8] Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 61-62
[9] Ibid., hlm. 64-65
[10] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. (Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2009.) hal 129
[11] Drs.Rudi Susilana dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran; Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. (CV Wahana Prima : Bandung. 2008.) Hal 194
[12] Azhar Arsyad,Media Pembelajaran, ( Jakarta :PT Raja Grafindo Persada, 2013), hal 44-45